15/05/12

JAKARTA, JAKARTA



jakarta, jakarta | maulvi dm | mei 2011 |29m30d

sinopsis

Sebuah dokumentasi yang sebenarnya mendahului kelahiran PTSF itu sendiri, sebuah dokumentasi tentang perjalanan eksodus dari abu Merapi, menuju Jakarta.


kru

Videografer : Maulvi DM


pemain 

Peserta Studi Ekskursi HI 07 (Jakarta, 2010)

_________________________________________________________________________________


catatan produksi

Jakarta, Jakarta adalah film dokumenter yang sebenarnya merupakan pesanan dari panitia Studi Ekskursi HI UGM 2007, yang karena berbagai misteri dan fenomena sempat terbengkalai hingga dua tahun lamanya. Jakarta, Jakarta menandai dimulainya era mobile editing dalam PTSF, di mana sebagian besar proses paska produksi video ini dilakukan di PSJ pada jam kerja.


trivia
  • Adegan bendera berkibar di film ini yang diambil di sebuah kantor Astra Internasional Jakarta, digunakan sebagai footage yang pertama-tama dari film PTSF, muncul sekilas dalam Reverie(2010).
  • Film dokumenter terlama yang disutradarai Maulvi DM, 29 m 30 d.

BULE!!




bule | maulvi dm | april 2012 | 02m59d


sinopsis

Mendengarkan sejenak apa yang ada di kepala manusia-manusia Jogja, ketika mereka menggunakan kata bule. Apa benar, bule adalah istilah yang sebegitu stereotypingnya, ataukah jangan-jangan ini adalah salah satu dari agenda zionisme?



kru

konseptor :
Satwika Paramasatya
Danang Arif
Agi Ekasaputro
Nara Indra
Maulvi DM
Lalik Lique

videografer :
Maulvi DM


_________________________________________________________________________________


catatan produksi

Bule merupakan projek pertama-tama dari PTSF yang bersifat dokumenter murni. Dan, sekali lagi, melalui projek ini, kami kembali ke habitat natural kami sebagai petarung kompetisi, setelah lebih dari setahun puasa kompetisi. Ya, dari durasi yang keliatan sekali dipas-paskan tiga menit saja, pasti terlihat ini adalah kompetisi film pendek. Kompetisi yang dimaksud adalah ASEF, semacam komunitas Asia Eropa yang menggeluti bentuk-bentuk pengakraban hubungan antara masyarakat Eropa dan Asia. Maka dari itu, kami memilih konsep Bule yang bisa dipandang sebagai usaha-usaha personifikasi makhluk kaukasian oleh masyarakat Indonesia, khususnya orang Jawa.

Yang cukup menarik adalah ketika kita mencari obyek wawancara yang unik, mulai dari mahasiswa pertukaran sampai tukang jual roti. Dari polisi lalu lintas sampai seorang pecinta bule yang patah hati. Dari anak pesantren sampai ketua BEM yang suka demo.

Sayangnya, film ini kandas di kompetisi ini.


trivia
  • Brainstorming film ini diadakan di Jamu Ginggang, daerah Pakualaman, yang diteruskan dengan menonton Mata Tertutup.
  • Seorang ketua BEM UIN yang diwawancarai di pesantren Krapyak pada pukul 24.00, awalnya sedang melakukan demo anti kenaikan BBM di daerah Jalan Solo, Jogja utara, dan dengan menggunakan motor, dirinya menembus jalanan Jogja tengah malam untuk melakukan pengambilan gambar di daerah Krapyak, Jogja selatan.
  • Film ini gagal mencapai 10 besar di kompetisi ASEF.

SPACE



space | maulvi dm | mei 2012 | 17m29d


sinopsis

Seorang gadis mempertanyakan sang kekasih, menginterogasi hatinya dalam bisikan imajinasi. Apakah hubungan mereka baik-baik saja? Sang lelaki nampak semakin menjauh. Mengapa dia menjauh? Sang gadis tak hentinya bertanya. 

Space, tidak hanya bercerita tentang jarak di antara mereka, akan tetapi juga angkasa tempat mereka melayang terbang dan bermain-main dalam nasib dan khayal mereka. Ke manakah angkasa akan membawa permainan mereka melayang?


kru

Ide cerita : Agi Ekasaputro
Skenario : Maulvi DM & Nara Indra
Penata Seni : Lalik Lique
Kostum : Agi Ekasaputro
Manajer Produksi : Satwika Paramasatya
Sutradara : Maulvi DM
Kasting : Agi E. dan Satwika P.
Sinematografi : Maulvi DM
Kamera Dua : Ajeng Sekar
Editor : Maulvi DM


pemain

Carina Megarani
Rafael Bernardino
Reza Aditya
Benedictus Priyo Pratomo
Agi Ekasaputro
Danang Arif
Nara Indra


musik


"Silica Gel" - Maulvi DM
"Kathyusa Doll" - Maulvi DM
"Before Storm" - Maulvi DM
"Storm" - Maulvi DM

"Closer" - Maulvi DM

dan menggunakan dengan pamit

"Kita Adalah Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa" - Melancholic Bitch / Frau
"Mesin Penenun Hujan" - Frau (excerpt)


Penghargaan

~ Best Short Feature ~ Kompetisi Film Pendek Comission Komunikasi UNAIR, Surabaya 2012
~ Best Screenplay ~ Kompetisi Film Pendek Bemikom UIN SUKA, Yogyakarta 2012
~ Nominasi Best Short Feature ~  Kompetisi Film Pendek Bemikom UIN SUKA, Yogyakarta 2012
~ Nominasi Best Editing ~  Kompetisi Film Pendek Bemikom UIN SUKA, Yogyakarta 2012

_________________________________________________________________________________


catatan produksi

Motif dasar dari produksi ini adalah kompetisi. Pada awalnya adalah sebuah kompetisi film bertema 'woman empowerment' yang diadakan oleh Komunikasi UNAIR, jauh di Surabaya sana. Maka kemudian brainstorming diadakan untuk mencari cerita yang tepat untuk kompetisi ini. Bisa dikatakan, inilah proses pertama-tama dari brainstorming cerita yang secara terstruktur dan demokratis berhasil menghasilkan masukan yang sangat penting dan berpengaruh pada unsur cerita.

[Spoiler Alert] Karena pada awalnya niatan produksi ini hampir tidak ada nilai personal, maka masukan yang ada cenderung berimbang. Di sisi lain, ada beberapa referensi menarik yang muncul; Agi mengusulkan dunia game sebagai realm film ini. Danang, Danis, dan Dika (kalau tidak salah) juga mengusulkan konsep video youtube freddiew yang cukup akomodatif terhadap usul Agi. Dari dua tema inilah lalu kami mulai mengembangkan cerita.

Melakukan pembenaran, bermain game FPS demi survei efek spesial.


Agi yang mengusulkan game sebagai cerita, lalu didapuk untuk mengerjakan pre-story dari film ini, istilahnya umpanan, agar ceritanya bisa dimulai. Maka Agi menyelesaikannya dalam bentuk cerpen berjudul 'Urung Ono Judul'. Dari sini kemudian Maulvi mengembangkan cerita Agi tadi dalam wujud skenario. Beberapa bagian diubah, dan bagian-bagian lain dijadikan referensi untuk cerita. Pada awalnyapun, dalam cerpen Agi, konsep game yang dipakai adalah RPG, namun kemudian untuk kemudahan eksplorasi visual digeser menjadi FPS. Skenario ini pun kemudian diperhalus lagi oleh Nara. Bagian paling legendaris dari film ini, quote 'Apakah kamu tahu?' muncul dari tangan Nara.

Ini adalah beberapa storyboard, yang menggambarkan betapa demandingnya
sinematografi produksi ini.


Kami diberkati oleh lokasi-lokasi baru yang melimpah dan belum tereksplorasi di sekitar Fisipol, yaitu gedung baru Fisipol dan perpustakaan baru Fisipol, yang pada masa produksi sudah jadi, tapi belum ditempati. Mungkin jika ada yang perlu dikorbankan adalah karena belum dipasangnya pengatur udara di lokasi-lokasi tersebut, maka rasa panas dan sumuk yang terlalu tidak dapat terhindarkan, apalagi ketika pengambilan gambar berlangsung seharian penuh.

Kebodohan arsitektural ini nyata adanya di UGM. Kami menemukannya ketika survei lokasi.

Satu hal lagi yang baru dalam produksi ini adalah pertama kalinya kita menggunakan pemain-pemain yang bukan berasal dari lingkungan PTSF sendiri. Untuk mengejar karakter Tama dan Tama, kami sampai mencari pemain dari angkatan muda. Pemeran Nina, Carina, adalah mahasiswi HI angkatan 2010, yang berhasil diperoleh melalui lobi keras dari Satwika dan Agi dari tim kasting. Selain itu pula, untuk pertama kali juga kami melakukan rekaman suara di studio musik, untuk mengerjakan bagian voice-over. Ini mungkin perkara biasa, tapi ini menjadi sesuatu yang baru bagi kami yang sebelumnya tidak terlalu detail dengan produksi. 

Hal lain yang perlu ditambahkan adalah, kami mulai serius menggarap sisi legal formal dalam produksi Space. Lagu karya Frau, "Kita Adalah Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa" diperoleh melalui pendekatan terhadap Frau sendiri sebagai penggarap lagu, yang kemudian oleh Frau direkomendasikan juga untuk minta izin pada Melancholic Bitch yang menciptakan lagu tersebut. Akhirnya izinpun diperoleh, serta Melbi sendiri cukup bersemangat untuk memasukkan treknya ke dalam film ini.


trivia
  • Adegan paling awal diambil pertama kali, dan adegan terakhir diambil paling akhir.
  • Dan yang lebih keren lagi, adegan game dimulai dengan score berjudul 'Round One', dan score terakhir dari adegan game adalah 'Exit'.
  • Film keempat yang produksinya bersamaan dengan peristiwa bencana. Yang pertama, Reverie bencana Merapi, kedua, Bram The Stalker bencana Tsunami Jepang, ketiga, Psychic Girl bencana banjir bandang Bangkok, dan keempat, Space bencana Sukhoi Joy Flight.
  • Lebih dari 60 % waktu dalam paska produksi digunakan untuk mencari, mengumpulkan, memilih, mensortir, dan mengedit skoring.
  • Sejauh ini produksi fiksi PTSF dengan durasi terlama, 17 menit 28 detik, lima menit lebih lama dari ekspektasi pembuat.
  • (Spoiler) nama game yang ada dalam film ini adalah Armistice Area/AA. Sebelumnya, nama yang direncanakan adalah Combat Zone, tetapi sayangnya nama ini telah dimiliki game lain. Pada akhirnya tak ada dari dua nama ini yang muncul dalam film ini. Baik AA dan Combat Zone diambil dari nama game center tempat penulis berkenalan dengan dunia game online ketika SMP.
  • Adegan terakhir diambil oleh second unit yang dipimpin oleh Ajeng Sekar, karena sutradara dan kru cowok dilarang masuk kamar kos perempuan (berkebalikan dengan Move On).
  • Shiro melakukan kameo penting dalam film ini, meskipun orangnya sendiri tidak sadar.
  • Produksi kesekian PTSF yang direkam secara HD, tetapi produksi pertama yang melalui editing dan render akhir berkualitas HD.
  • Konsep game dalam cerita awal aslinya berupa MMORPG, namun dikarenakan keterbatasan sumber daya dan munculnya gagasan baru yang dianggap lebih irit sehingga diubah menjadi game FPS.
  • Konsep game dalam film ini terinspirasi dari Half Life Counter Strike dan Fallout New Vegas hanya saja tanpa senjata api.
  • Semua senjata tajam yang digunakan dalam film ini adalah asli dan (syukurnya) tidak ada masalah selama pengambilan gambar
  • Alasan mengapa karakter Rafael Bernardino menggunakan plester luka di dagu saat adegan dalam game adalah karena yang bersangkutan terluka ketika sewaktu bercukur pagi hari menjelang shooting dan plester tersebut (ternyata malah) menambah kesan sangar.
  • Semua lighting dalam film ini adalah cahaya ilahi (tidak menggunakan lampu dan alat bantu penerangan lainnya).