Tampilkan postingan dengan label Psychic Girl. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psychic Girl. Tampilkan semua postingan

06/01/12

New Year Special Giveaway


PTSF dengan bahagia memperdengarkan sebuah sambutan untuk 2012. Jika tema untuk 2011 kemarin adalah A Cinematic Odissey!, maka tema tahun ini adalah Move On, Get A Life!. Pemilihan tema ini bukanlah sembarang pilih tema.

Bagi sebagian orang, tahun 2012 adalah tahun yang ekstraordinaire karena santernya isu kiamat, tahun naga air, berakhirnya penanggalan maya, dsb. Tapi lebih dari itu, tahun ini merupakan tahun yang teramat krusial bagi PTSF. Sebagian besar dari kami akan mengalami yang namanya “kelulusan” dari strata sarjana, dan segera harus menentukan kemana kita harus melangkah. Pembicaraan Get A Life sendiri berasal dari sebuah quote yang ikonik di angkatan jurusan kami, yang berawal dari kegalauan teman-teman kami menyikapi transisi mengerikan antara dunia yang awalnya menjadi tempat belajar menjadi tempat bekerja. Maka, senada dengan kegelisahan masa muda ini, kami mengangkat tema Move On! sebagai semangat berkarya tahun ini, untuk menemukan sebuah kehidupan bagi PTSF.

Baru Januari kami sudah dihadapkan dengan realita bahwa membuat film tidak selamanya ranah yang penuh idealisme; dalam beberapa hal, poin-poin klise seperti funding menjadi sorotan baru. Kami pernah pontang-panting keliling kampus demi mengumpulkan koran-koran bekas agar bisa dijual untuk membiayai keikut sertaan kami dalam satu kompetisi film. Pengalaman ini mengajarkan kami bahwa meskipun mengusung semangat idealisme yang anti-kapitalisme, tetap dana akan selalu menjadi satu poin yang meminta perhatian. Tentu saja, tidak hanya tentang ketersediaan kas atau tidak (haha, kami mulai memikirkannya dengan serius sekarang), tapi eksistensi PTSF dan koeksistensinya dengan berbagai molekul-molekul peradaban lainnya. Ini akan menjadi pertanyaan yang harus dijawab tahun ini. Tahun ini benar-benar menjadi tahun yang krusial bagi PTSF.


Maka, untuk merayakan tahun 2012 ini, PTSF menghadirkan sebuah special giveaway bagi para penikmat karya PTSF, yaitu DVD eksklusif kompilasi karya pendek PTSF yang berisi PERSIMPANGAN (yang belum dirilis secara luas), DYING DUCKS the series Eps. #01, dan PSYCHIC GIRL: THE CONCLUSION, yang berisi ending dari film tersebut yang belum disebar-luaskan dimanapun).  Udah tau kan sekarang, spesialnya kompilasi ini? Tetap ikuti blog ini untuk mendapatkan tiga giveaway ini secara cuma-cuma.


03/11/11

PSYCHIC GIRL




psychic girl | maulvi dm | oktober 2011 | 3m56d


sinopsis

Lampu-lampu pinggir jalan yang sayup, langkah-langkah pulang kerja yang gontai, hewan peliharaan yang merajuk, seorang gadis yang menembus pekatnya malam, serta bayangan hitam yang mengikutinya dari belakang. Belum menambahkan, seseorang juga menunggunya dengan sinis di ujung gang itu.


kru

Ide cerita : Nara Indra, Agi Ekasaputro, Ajeng Sekar
Operator Mini Jimmy-jib : Danang Arif
Cahaya : Ajeng Sekar
Videografer+Editor : Maulvi DM


pemain

Lalik Lique
Satwika Paramasatya
Danang Arif
Chirippa (alm)


musik

menggunakan tanpa pamit

"Psychic Girl" - Rumah Sakit

_________________________________________________________________________________


catatan produksi

Malam itu, rencananya tim berkumpul di rumah Maulvi, daerah Condong Catur. Rencananya malam itu, kami akan survei lokasi untuk proyek bayangan Kelelawar Hitam. Kami butuh tes cahaya untuk mengetahui seberapa mungkinkah projek ini dijalankan. Nara sebagai produser datang. Danang, sebagai sinematografer datang. Satwika, sebagai trainee datang. Tak lupa Lalik, sebagai penata seni datang,dengan membawa hewan peliharaannya, Chirippa (alm). Lalu kami mencoba-coba mengambil beberapa gambar, yang ternyata hasilnya cukup gelap. Lalu kemudian datang pula Agi, trainee juga, dengan membawa pacarnya waktu itu, Ajeng Sekar.

Akan tetapi, semuanya berubah ketika satu usul muncul. "Kalo udah ngumpul begini, sekalian bikin film aja". Dan, jadilah Psychic Girl. Hitung-hitung, ini merupakan satu-satunya genre horor dalam karya kami, dan kebetulan dibuat dekat-dekat Halloween.

Lalik, ketika masih kurus.

Sementara itu, Danang dan Satya serta Lalik diplot sebagai pemain, dan Agi dan Ajeng mengobrol di depan rumah sembari memperhatikan kegiatan pengambilan gambar. Mereka belum menyadari takdir apa yang akan mereka hadapi setahun kemudian.


trivia
  • Adalah film ketiga dari Pullthestringfilm yang dibuat pada masa bencana. Film pertama, 'Reverie' dibuat ketika terjadi erupsi Merapi. Film kedua, 'Bram The Stalker' dibuat ketika terjadi tsunami Fukushima, dan film ketiga, film ini, dibuat ketika terjadi banjir bandang di Bangkok.
  • Adalah bagian kedua dari 'Happy-Go-Filming' project.
  • Bagian kedua Happy-Go-Filming project yang membutuhkan waktu lima menit untuk pra-produksi dan satu jam untuk produksi.
  • Pada awalnya para pemeran pria adalah Nara dan Agi, tapi setelah Satya datang, pemeran prianya langsung berganti semua jadi Satya dan Danang. Dan ini kemudian diamini sebagai keputusan yang tepat.
  • Persis seperti Viggo Mortensen yang ketika tiba di tempat lokasi LOTR tiba-tiba didapuk jadi Aragorn, first-timer Satwika Paramasatya yang baru tiba di lokasi tiba-tiba didapuk jadi aktor pemeran utama.
  • Produksi dilakukan di malam Halloween yang baru disadari keesokan harinya. Itu menjelaskan banyak ke'gaib'an yang menyelimuti pembuatan film ini.
  • Para pembuat dan pemeran mengaku tidak ada yang menyadari dan mendengar suara tokek yang terdengar begitu jelas dalam film ini.
  • Film ini dibuat tepat di depan sebuah rumah yang sangat besar dan magrong. Akan tetapi, tidak sedikitpun bagian dari rumah ini terlihat, meskipun sepanjang adegan, kamera selalu diarahkan menghadap rumah tersebut. Oh iya, satu lagi, rumah besar itu memiliki nomor rumah '66'.